• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

Edukasi dan Pendampingan Pengawas Menelan Obat TB dalam Pengendalian Multi Drug Resistant Tuberculosis dan Penularan TB Paru

  • Terakhir diperbaharui : Jumat, 14 Agustus 2020
  • Penulis : Devi Puspita Sari, S.Komp
  • Hits : 93

FIKES UPNVJ - Pada hari Rabu, 12 Agustus 2020 Tim dosen Keperawatan Medikal Bedah telah melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Baros Kab Serang Banten. Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) melatih puluhan kader Peduli Tuberkulosis (TB) yang berada di Kelurahan Baros, Kabupaten Serang Banten. Kegiatan Pengabdian Masyarakat bertajuk “KAMMI-PMO TB (Edukasi dan Pendampingan Pengawas Menelan Obat TB) dalam Pengendalian Multi Drug Resistant Tuberculosis dan Penularan TB Paru. Kegiatan ini dilakukan dengan tetap  menggunakan protokol COVID-19. 

WhatsApp_Image_2020-08-14_at_10.08.01.jpeg

Dosen Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Santi Herlina mengatakan, pengabdian masyarakat ini dilakukan sebab angka kejadian TB di kabupaten Serang cukup tinggi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mencatat ada 2.855 penderita TB hingga akhir 2018. Banyaknya kasus TB ini dikarenakan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penyakit TB masih kurang.

WhatsApp_Image_2020-08-14_at_10.09.57.jpeg

Pengobatan TB paru membutuhkan waktu 6-8 bulan sehingga dimungkinkan pasien tidak patuh dalam menelan obat. Untuk menanggulangi masalah tersebut peran masyarakat sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO) sangatlah penting. Untuk pengendalian Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) dan penularan TB paru dibutuhkan keterlibatan peran serta dari elemen masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan dan kerja sama dengan masyarakat melalui pembentukan kelompok pendukung atau social support. Keterlibatan peran serta kader peduli TB atau anggota keluarga yang berperan dalam pengawasan menelan obat (PMO).  “Karena itu kita melatih kader kesehatan peduli TB sebagai orang terdekat di masyarakat yang dapat membantu mengurangi angka kejadian TB Paru dengan terus memberikan edukasi-edukasi terkait TB Paru sekaligus menjadi koordinator PMO (Pengawas Menelan Obat)  ,” kata Santi kepada Radar Banten, kemarin.

WhatsApp_Image_2020-08-14_at_10.08.36.jpeg

Kegiatan ini dilakukan di Kampung Sumur Petay diikuti 23 peserta yang merupakan para kader kesehatan wilayah Desa Baros Kelurahan Baros. Tim pelaksana kegiatan adalah dosen keperawatan UPN Veteran Jakarta yang terdiri dari Ns.Santi Herlina,M.Kep.,Sp.Kep.MB  dan Ns.Mareta Dea Rosaline,S.Kep.,M.Kep. Pemberian materi yang disampaikan oleh tim pengmas yaitu mengupas tuntas penyakit TB, TB dan COVID-19, Pendampingan PMO TB, dan penguatan Kader Peduli TB di masyarakat. Para kader juga bisa mengakses materi KAMMI PMO TB secara online melalui video edukasi yang diberikan. “Para peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini karena baru pertama kali para kader menerima penguatan materi tentang TB dan PMO sehingga diharapkan para kader juga dapat menggerakkan masyarakat dalam penanggulangan TB dan memantau perkembangan pengobatan pada pasien TB”, ujar Ketua Ketua Forum Kader, Ety

WhatsApp_Image_2020-08-14_at_10.07.30.jpeg

Diakhir sesi pelatihan peserta berpasangan melakukan role play tentang langkah pendampingan pasien TB oleh kader peduli TB dan cara pencatatan kartu kontrol PMO. “Alhamdulillah dengan ini membantu mensukseskan program TB dengan cara temukan, obati, sampai sembuh seperti motto TOSS TB,” pungkas Santi

Informasi