FIKES UPNVJ Perkuat Kompetensi Mahasiswa Keperawatan melalui Kunjungan Edukatif ke Laboratorium Hiperbarik
- June 24, 2026
- Admin
- 0
FIKES UPNVJ – Mahasiswa Program Studi Keperawatan Program Sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) mengikuti kunjungan laboratorium ke Ruang Hiperbarik UPNVJ pada 6 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti mahasiswa kelas A, B, dan C ini merupakan bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Kesehatan Matra yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai konsep, prosedur, serta penerapan terapi hiperbarik dalam pelayanan kesehatan. Melalui pengalaman praktik secara langsung, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memahami mekanisme kerja terapi hiperbarik dan aspek keselamatan yang menyertainya.
Kunjungan laboratorium ini menjadi sarana pembelajaran berbasis pengalaman yang memungkinkan mahasiswa mengamati secara langsung proses pelayanan terapi hiperbarik. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai tahapan layanan, mulai dari prosedur keselamatan, penggunaan peralatan, hingga pengoperasian chamber hiperbarik yang digunakan dalam terapi oksigen bertekanan tinggi.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pengarahan dari dosen pengampu mengenai tujuan, alur kegiatan, serta aturan yang harus dipatuhi selama berada di lingkungan Ruang Hiperbarik. Selanjutnya, mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok untuk mengikuti sesi praktik secara bergantian di dalam chamber hiperbarik.
Sebelum memasuki chamber, peserta memperoleh pembekalan mengenai prosedur keselamatan, termasuk kewajiban melepas benda berbahan logam dan memahami langkah-langkah penanganan apabila terjadi kondisi darurat. Pada sesi ini, dosen pengampu Mata Kuliah Kesehatan Matra, Desak Nyoman Sithi, S.Kp., MARS., Ph.D. dan dr. Sofia Wardhani, MKK., menjelaskan indikasi, kontraindikasi, serta manfaat terapi oksigen hiperbarik dalam berbagai kondisi klinis.
Untuk memastikan keamanan peserta, dilakukan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tanda-tanda vital dan identifikasi keluhan sebelum memasuki chamber. Pemeriksaan dipandu oleh Fitria Dhian, A.Md.Kep. dan Siti Sri Hana Munifah, A.Md.Kep. guna memastikan seluruh peserta berada dalam kondisi yang layak mengikuti sesi praktik.
Mahasiswa juga mendapatkan briefing mengenai teknik adaptasi terhadap perubahan tekanan udara, seperti menelan ludah dan melakukan manuver Valsalva. Selain itu, peserta diberikan permen untuk membantu menjaga keseimbangan tekanan pada telinga selama proses kompresi dan dekompresi berlangsung.

Selama sesi di dalam chamber, mahasiswa merasakan secara langsung perubahan tekanan yang memengaruhi tubuh. Beberapa peserta mengaku mengalami sensasi telinga berdengung dan perubahan tekanan pada bagian tubuh tertentu. Namun, kondisi tersebut dapat diatasi dengan mengikuti instruksi yang diberikan petugas. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata mengenai respons fisiologis tubuh terhadap terapi hiperbarik.
Tidak hanya mengikuti praktik di dalam chamber, mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi ruang operator hiperbarik bersama Ns. Bani Larasati, S.Kep. Pada sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan sistem pengendalian chamber dan mekanisme operasional yang mendukung pelaksanaan terapi. Dengan pendampingan Bagas Jaya Buwono, S.T., mahasiswa bahkan diberi kesempatan untuk mencoba mengoperasikan sistem secara langsung sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Setelah seluruh kelompok menyelesaikan sesi praktik, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi dan diskusi reflektif. Dalam sesi ini, mahasiswa berbagi pengalaman serta pemahaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan. Sebagian besar peserta menyampaikan bahwa kunjungan laboratorium ini memberikan wawasan baru yang tidak diperoleh melalui pembelajaran di kelas, terutama terkait efek perubahan tekanan terhadap tubuh manusia dan penerapan terapi hiperbarik dalam praktik klinis.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa, dosen pendamping, dan petugas Ruang Hiperbarik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kompetensi akademik dan keterampilan praktis dalam bidang kesehatan matra, khususnya terkait pemanfaatan terapi hiperbarik pada kondisi seperti penyakit dekompresi, luka kronis, serta terapi oksigen lanjutan untuk berbagai kasus medis.
