Himpunan Mahasiswa Kesehatan Lingkungan (ENVIHSA) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) melaksanakan kegiatan ENVISIT (Environmental Health Company Visit) pada Rabu (10/6) di Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Ciputat, Tangerang Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 44 mahasiswa dan satu dosen pendamping sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai keterkaitan iklim, cuaca, dan kesehatan lingkungan. Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai sistem pemantauan cuaca serta peringatan dini bencana yang dikelola oleh BMKG.
Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan keberangkatan peserta dari Kampus Limo UPN “Veteran” Jakarta menuju BBMKG Wilayah II. Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh perwakilan BBMKG Wilayah II yang memberikan gambaran umum mengenai tugas dan fungsi lembaga dalam menyediakan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika bagi masyarakat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari dosen pendamping, Arga Buntara, S.K.M., M.P.H., yang menyampaikan pentingnya kegiatan kunjungan industri sebagai sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Menurutnya, pemahaman mengenai faktor lingkungan yang memengaruhi kesehatan masyarakat perlu didukung dengan pengalaman langsung di lapangan agar mahasiswa mampu mengaitkan teori yang diperoleh di kelas dengan praktik di institusi profesional.
Dalam sesi utama, peserta mendapatkan pemaparan materi dan observasi lapangan di tiga lokasi strategis yang menjadi pusat operasional BBMKG Wilayah II. Lokasi pertama adalah Meteorology Climatology Early Warning System (MCEWS) yang berfungsi sebagai pusat pemantauan dan penyebaran informasi cuaca serta iklim. Di lokasi ini, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai proses pengumpulan data, analisis, hingga penyampaian informasi peringatan dini kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.
Selanjutnya, peserta mengunjungi Taman Alat Pengamatan Cuaca, tempat berbagai instrumen meteorologi digunakan untuk mengukur unsur-unsur cuaca seperti suhu udara, kelembapan, curah hujan, kecepatan angin, dan tekanan udara. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal fungsi dan cara kerja alat-alat pengamatan yang menjadi dasar penyusunan informasi cuaca dan iklim.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Tsunami Early Warning System (TEWS) Monitoring, yaitu pusat pemantauan sistem peringatan dini tsunami. Pada sesi ini, mahasiswa mempelajari mekanisme pemantauan aktivitas geofisika, pengolahan data, serta prosedur penyampaian peringatan dini yang bertujuan meminimalkan risiko korban dan dampak bencana.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara kondisi lingkungan, perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan kesehatan masyarakat. Pengetahuan ini menjadi penting mengingat tantangan kesehatan lingkungan yang semakin kompleks akibat perubahan iklim global dan meningkatnya frekuensi kejadian bencana hidrometeorologi.
Kegiatan ENVISIT 2026 diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa Kesehatan Lingkungan UPNVJ dalam memahami peran lembaga meteorologi dan geofisika dalam mendukung kesehatan masyarakat. Selain menambah wawasan akademik, kunjungan ini juga membuka peluang kolaborasi dan pengembangan kapasitas mahasiswa untuk menjadi tenaga kesehatan lingkungan yang adaptif terhadap isu perubahan iklim dan kebencanaan.
Sejalan dengan komitmen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta dalam menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing, kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan seperti ENVISIT menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
