Share Good Things

FIKES UPNVJ – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) sukses menyelenggarakan Workshop dan Simulasi Manajemen Bencana pada 21–23 Mei 2026. Kegiatan yang melibatkan 282 mahasiswa dari Program Studi Keperawatan Program Sarjana, Keperawatan Program Diploma, dan Gizi Program Sarjana ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan calon tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi krisis dan bencana. Melalui rangkaian pembelajaran yang mencakup workshop, skill station, hingga simulasi lapangan, peserta dibekali kompetensi untuk berperan sebagai tenaga cadangan kesehatan dalam sistem penanggulangan bencana.

Rangkaian kegiatan diawali pada Kamis (21/5) dengan sesi workshop yang menghadirkan sejumlah pakar di bidang manajemen bencana dan krisis kesehatan. Budiman, SKM., M.Kes., membuka sesi dengan materi mengenai kebijakan krisis kesehatan. Selanjutnya, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI), Ns. Welas Riyanto, M.Kep., Sp.Kep.MB., memaparkan tata laksana gawat darurat bencana. Materi terkait dampak psikologis bencana terhadap kesehatan mental disampaikan oleh Dr. Evin Novianti, M.Kep., Sp.Kep.J.

Pada kesempatan yang sama, Letkol Laut Ns. Ronny Basirun, S.Kep., M.Han., memberikan pembekalan mengenai Rapid Health Assessment (RHA), kesiapsiagaan sistem komando, serta implementasi Disaster Victim Identification (DVI). Sementara itu, Asep Adam Mutaqin, SKM., M.Si., M.E., menutup sesi hari pertama dengan pemaparan mengenai peran sub-klaster gizi dalam respons kedaruratan bencana.

Memasuki hari kedua, Jumat (22/5), peserta mengikuti lima rotasi skill station yang dirancang untuk mengasah keterampilan teknis penanggulangan bencana. Sesi pemetaan bahaya dan Rapid Health Assessment dipandu oleh Ns. Nugrah Dwi Novendi, M.Kep., dan Ns. Kharisma Adytama Putera, M.Kep., Sp.Kep.MB. Sementara itu, sesi initial assessment dan evakuasi dibimbing oleh Ns. Akhmad Furqonudin, S.Kep., dan Ns. Syaiful Amri, S.Kep.

Keterampilan triase diasah melalui bimbingan Abdurahman Wahid, Ns., M.Kep., bersama Letkol Laut Ns. Ronny Basirun, S.Kep., M.Han. Peserta juga memperoleh pelatihan terkait penanganan gizi darurat yang dipandu oleh Asep Adam Mutaqin, SKM., M.Si., M.E., serta Psychological First Aid (PFA) bersama Reza Safrudin dan Ns. Farras Amalia Alhusnati, S.Kep. Seluruh rangkaian hari kedua ditutup dengan penyusunan Disaster Contingency Plan sebagai bagian dari penguatan kapasitas perencanaan respons bencana.

Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu (23/5) melalui simulasi lapangan yang menggambarkan skenario gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 pada kedalaman 10 kilometer. Dalam simulasi tersebut, wilayah Kecamatan Limo, Kecamatan Cinere, dan Kecamatan Sawangan digambarkan sebagai area terdampak utama dengan kerusakan infrastruktur yang masif, terputusnya akses logistik, meningkatnya jumlah korban, serta kebutuhan pengungsian dalam skala besar.

Sebanyak 50 sukarelawan berperan sebagai korban dengan berbagai tingkat keparahan untuk memberikan gambaran situasi yang mendekati kondisi nyata. Simulasi dipimpin oleh Letkol Laut Ns. Ronny Basirun, S.Kep., M.Han., sebagai penanggung jawab komando lapangan bersama tim fasilitator HIPGABI.

Kegiatan ini melibatkan 282 mahasiswa yang terdiri atas 116 mahasiswa Program Studi Keperawatan Program Sarjana angkatan 2023, 77 mahasiswa Program Studi Keperawatan Program Diploma angkatan 2023, dan 89 mahasiswa Program Studi Gizi Program Sarjana angkatan 2023. Kolaborasi lintas program studi tersebut menjadi implementasi nyata konsep Interprofessional Education (IPE), yang menekankan pentingnya komunikasi efektif, koordinasi, dan kerja sama antartenaga kesehatan dalam penanganan situasi darurat.

Dalam simulasi, peserta dibagi ke dalam berbagai klaster yang merepresentasikan sistem komando penanggulangan bencana. Sistem Hospital Emergency Operations Center (HEOC) dan Emergency Medical Team Coordination Cell (EMTCC) mengoordinasikan seluruh operasi lapangan. Tim Rapid Health Assessment (RHA), Tim Reaksi Cepat (TRC), dan Tim Triage melakukan identifikasi kebutuhan kesehatan serta penanganan awal korban. Di sisi lain, Tim Evakuasi Lapangan dan Evakuasi Ambulans bertugas memindahkan korban menuju Rumah Sakit Lapangan dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Selain itu, simulasi juga menguji kesiapan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dalam penanganan korban meninggal dunia serta Tim Gizi yang bertanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi di posko pengungsian dan dapur umum. Kehadiran Dekan FIKES UPNVJ, Dr. Sri Yani, SST.FT., Ftr., M.Si., beserta jajaran pimpinan fakultas yang memantau langsung jalannya kegiatan menunjukkan komitmen institusi dalam memperkuat kompetensi kebencanaan mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, FIKES UPNVJ berhasil mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu kesehatan dalam satu sistem komando yang terstruktur dan kolaboratif. Sejalan dengan visi UPNVJ sebagai kampus Bela Negara, program ini diharapkan mampu melahirkan tenaga kesehatan masa depan yang responsif, adaptif, tangguh, serta siap berkontribusi dalam upaya penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Indonesia.

Chat with Us!