Dukung IKU dan BKD, FIKES UPNVJ Gelar Sosialisasi Pembaruan SISTER dan e-SKP
- June 24, 2026
- Admin
- 0
FIKES UPNVJ – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan kegiatan penyamaan persepsi pengisian Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) bagi dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FIKES UPNVJ. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman, keseragaman, serta ketepatan dalam pelaporan dan penilaian kinerja sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui forum tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pengisian, sinkronisasi data, serta strategi optimalisasi pelaporan kinerja akademik dan nonakademik.
Kegiatan penyamaan persepsi pengisian Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) dan elektronik Sasaran Kinerja Pegawai (e-SKP) bagi seluruh dosen di lingkungan FIKES UPNVJ. Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Biro Kepegawaian UPNVJ ini bertujuan meningkatkan pemahaman dosen mengenai pembaruan data SISTER, pengelolaan kinerja melalui e-SKP, serta keterkaitannya dengan Beban Kerja Dosen (BKD), jabatan fungsional, dan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU).
Wakil Dekan Bidang Akademik FIKES UPNVJ, Rita Ismail, S.Kep., M.K.M., MITCHEd., Ph.D, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembaruan data SISTER memiliki peran strategis dalam mendukung ketercapaian IKU 3 universitas. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja dekanat yang wajib dilaksanakan dua kali setiap tahun sebagai upaya memastikan seluruh aktivitas tridarma perguruan tinggi terdokumentasi dengan baik.
“Masih terdapat dosen yang telah melaksanakan berbagai kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi belum memperbarui data pada SISTER. Padahal dokumentasi tersebut sangat penting sebagai bukti kinerja dan pengembangan karier dosen,” ujarnya.
Rita juga mengingatkan seluruh dosen untuk memastikan sertifikasi kompetensi telah terinput dalam sistem. Selain itu, ia menekankan bahwa e-SKP bukan sekadar dokumen administratif, melainkan kontrak kinerja antara dosen dan fakultas dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi. Menurutnya, capaian e-SKP akan berdampak langsung pada BKD sehingga seluruh dosen perlu memastikan pemenuhan target kinerja secara optimal.
Diskusi interaktif berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan peserta terkait kendala yang selama ini dihadapi dalam proses penginputan data. Berbagai studi kasus turut dibahas untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan data kinerja yang akurat, transparan, dan akuntabel. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan seluruh sivitas akademika memiliki persepsi yang sama dalam menerapkan ketentuan pengisian SISTER dan SKP.
Pada sesi pemaparan materi, Dio Aris Setiawan, S.Kom., M.M., Ketua Tim Kerja Kepegawaian Biro Kepegawaian UPNVJ, menjelaskan berbagai pembaruan pada platform SISTER. Ia menerangkan bahwa setiap perubahan data dilakukan melalui mekanisme pengajuan oleh dosen dan selanjutnya divalidasi oleh unit kepegawaian. Sejumlah data seperti pelaksanaan pendidikan telah terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), sedangkan data kepangkatan tersinkronisasi dengan sistem ASN pusat.
Dio juga menjelaskan berbagai prosedur terkait pengajuan jabatan akademik, sertifikasi profesi, tugas tambahan, serta mekanisme pembaruan data bagi dosen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai sinkronisasi data, pengajuan jabatan fungsional, sertifikasi dosen, hingga permasalahan teknis yang ditemukan dalam sistem SISTER.
Selain pembaruan SISTER, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi e-SKP yang saat ini menjadi instrumen utama penilaian kinerja aparatur sipil negara. Dio menjelaskan bahwa seluruh ASN, baik CPNS, PNS, maupun PPPK, wajib mengisi e-SKP melalui sistem yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pada periode penilaian saat ini, dosen diwajibkan mengisi rencana kinerja dan realisasi kinerja triwulan kedua dengan batas waktu pengisian hingga 30 Juni 2026.
Pembahasan mengenai rubrik penilaian e-SKP dipandu oleh Dr. Chandrayani Simanjorang, S.K.M., M.Epid., Ketua Jurusan Gizi, Fisioterapi, dan Kesehatan Masyarakat (GFKM). Ia menjelaskan bahwa komponen e-SKP terdiri atas hasil kerja, tugas tambahan, dan perilaku kerja. Hasil kerja berisi capaian tridarma perguruan tinggi, sedangkan tugas tambahan mencakup aktivitas penunjang yang mendukung pencapaian program kerja dan IKU fakultas.
Menurut Chandrayani, terdapat perbedaan mendasar antara BKD dan e-SKP. BKD berorientasi pada pencapaian kuantitatif, sementara e-SKP menitikberatkan pada kualitas capaian kinerja berdasarkan target yang telah direncanakan. Untuk membantu dosen dalam melakukan pengisian, fakultas telah menyusun rubrik penilaian yang akan menjadi pedoman sementara pada periode evaluasi saat ini.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh dosen dan pimpinan program studi terkait mekanisme penilaian, pengisian target tahunan, pelaporan capaian triwulan, hingga peluang memperoleh predikat kinerja di atas ekspektasi. Seluruh pertanyaan dijawab secara komprehensif oleh narasumber dengan menekankan pentingnya kesesuaian antara perencanaan, realisasi, dan data dukung yang diunggah ke sistem.
Melalui kegiatan ini, FIKES UPNVJ berharap seluruh dosen memiliki pemahaman yang sama mengenai tata cara pengelolaan data kinerja, baik melalui SISTER maupun e-SKP. Keseragaman pemahaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaporan, memperkuat tata kelola sumber daya manusia, serta mendukung pencapaian indikator kinerja institusi secara berkelanjutan.
Dekan FIKES UPNVJ menegaskan bahwa kualitas pelaporan kinerja menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi yang baik. Data yang terdokumentasi secara akurat tidak hanya berfungsi sebagai dasar evaluasi individu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu institusi, akreditasi program studi, serta pencapaian indikator kinerja utama universitas.
