• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

Motivasi Mendapatkan Juara 2 pada Article Contest RS UI

  • Terakhir diperbaharui : Rabu, 30 Desember 2020
  • Penulis : Devi Puspita Sari, S.Komp
  • Hits : 485

FIKES UPNVJ - Perkenalkan, nama saya Indah Sukmawati. Saya adalah mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Sarjana UPN Veteran Jakarta angkatan 2018. Saya bukan termasuk anak rajin, namun terkadang atas kehendak Allah saya memiliki banyak hal yang melintasi pikiran di kepala saya. Terkadang, sayapun menjadi suka menulis apa yang ada dipikiran saya. Salah satu alasannya, saya bingung bercerita dengan siapa. Saya ingin bercerita, bahwa saya mengikuti Article Contest di RS UI saat itu adalah karena dosen saya, yaitu Ibu Chahya Kharin Herbawani atau yang akrab di panggil Bu Caca. Saat itu, Bu Caca yang baru sekitar 2 minggu memulai kelas Penulisan Ilmiah sudah meminta kami mahasiswa kelas 18 B untuk membuat artikel kesehatan. Kami agak kaget karena ini cukup baru dan berat untuk kami. Ditambah, kami juga harus memastikan bahwa artikel yang kami buat tidak masuk dalam kategori plagiarisme.

Saat menulis artikel tersebut, jujur saja karena saya suka sekali dengan topik yang saya bawakan saya jadi semangat. Awalnya, saya mau membawakan topik seks bebas. Namun, dengan konsultasi kepada Bu Caca yang cukup ahli pada bidang kesehatan reproduksi, akhirnya saya yang memutuskan mengganti topik karena topik tersebut cukup rancu. Kemudian, saya berpikir dan memutuskan sendiri mengganti topik menjadi Kesehatan Mental. Sayapun sering mencari referensi, dengan membaca artikel di IDN Times, atau sekadar bertanya kepada kakak tingkat. Tak bisa saya pungkiri, bahwa ada malam - malam panjang yang harus saya lewati demi menulis artikel tersebut. Karena saya termasuk orang yang tidak cepat dalam menyelesaikan pekerjaan, namun ingin hasil yang maksimal. Saya sempatkan beberapa malam begadang. Ini hanya demi menyelesaikan tugas artikel kesehatan dan agar di akhir membuat saya merasa selesai 100% alias tidak menggantung atau mengganjal dihati saya.

Kemudian, di akhir saat selesai pembuatan. Kamipun cukup kaget karena ternyata artikel kesehatan tersebut harus dan wajib di unggah ke dalam lomba yang direkomendasikan oleh Ibu Caca atau jika tidak berminat ikut lomba di RS UI, dipersilakan untuk unggah di lomba lain. Dengan penuh kekhawatiran, saya pun masih memikirkan apa sebaiknya saya unggah karya saya di RS UI atau di tempat lain? Sebenarnya, saya khawatir dan tidak percaya diri dengan artikel saya. Saya memutuskan mengunggah artikel tersebut di malam hari, saya lupa tepatnya namun saya rasa itu hampir mendekati deadline pengumpulan. Saya kirimkan karya saya, lalu saya mengadu kepada Ibu dengan berkata "Ma, doain ya Indah ikut lomba di RS UI. Nanti kalau menang hadiahnya untuk Mama ya."

Saat itu, pikiran saya tidak sampai menang sih. Saya hanya meminta doa saja. Ritual saya memang kalau sedang takut, khawatir, atau tidak percaya diri memang suka meminta doa kepada Ibu atau siapapun yang saat itu sedang ada bersama saya. Bahkan, sayapun lupa kapan pengumuman lomba tersebut. Lagi-lagi karena saya tidak percaya diri ya sudah saya tidak terlalu mempedulikan siapa yang menang. Kemudian, di malam hari saat saya pulang dari minimarket, teman saya mengabarkan ada nama saya dipengumuman pemenang lomba. Saya shock bukan main, dan langsung sujud syukur. Saya tau hadiahnya mungkin bukan mendali, atau piala sebesar pintu. Namun, saya bisa memberikan hadiah terbaik itu untuk Ibu saya. Saya kemudian langsung berterimakasih kepada seluruh orang yang memberikan support, termasuk Ibu Caca sebagai dosen pengampu saya. Berkat beliau juga saya bisa berkesempatan mengikuti lomba ini. Berkat sikap rendah hati beliau juga saya jadi merasa termotivasi untuk menyelesaikan artikel yang beliau tugaskan.

Kepada siapapun yang akan membaca ini nantinya, saya merasa masih kurang pantas memberikan kiat-kiat dalam meraih prestasi karena prestasi saya juga masih minim. Namun, yang ingin saya tekankan adalah lakukan apapun dengan semaksimal mungkin. Yakinlah, usaha tidak akan mengkhianati hasil. Selain itu, berdoa dan meminta doalah. Kekuatan doa itu maha dahsyat terlepas dari siapa yang mendoakan kita. Jangan lupa, sisipkan nadzar atau cita-cita terbaikmu dalam setiap hajadmu. Di sanalah Kuasa-Nya akan memainkan seisi dunia dengan indahnya.

Informasi