FIKES UPN “Veteran” Jakarta Gelar Musyawarah Masyarakat Kelurahan sebagai Langkah Strategis Menentukan Prioritas Masalah Kesehatan dan Rencana Intervensi Berbasis Masyarakat
- October 20, 2026
- Admin
- 0
FIKES UPNVJ – Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Sarjana, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi forum kolaboratif antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah wilayah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mengidentifikasi serta menyepakati prioritas masalah kesehatan yang akan menjadi dasar penyusunan program intervensi kesehatan masyarakat.
Kegiatan MMK dilaksanakan pada Selasa, 15 September 2026 pukul 08.30–12.30 WIB dan dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Program Studi Kesehatan Masyarakat UPNVJ oleh Dr. Suparni, S.T., M.K.K.K , Kecamatan Bojongsari diwakili oleh Drs. Suryana Yusup, Dinas Kesehatan Kota Depok diwakili oleh dr. Juri Hendrajadi, MPH, mahasiswa PBL, serta unsur masyarakat wilayah pelaksanaan kegiatan.

Musyawarah Masyarakat Kelurahan merupakan tahapan penting dalam pendekatan pembangunan kesehatan berbasis masyarakat. Melalui forum ini, hasil pengumpulan dan analisis data yang telah dilakukan mahasiswa pada tahap PBL 1 dipresentasikan dan didiskusikan bersama masyarakat serta pemangku kepentingan terkait.
Pada tahap PBL 1, mahasiswa melakukan identifikasi kondisi kesehatan masyarakat melalui pengumpulan data di wilayah masing-masing. Data tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui berbagai permasalahan kesehatan yang ditemukan, baik pada tingkat kelompok maupun melalui pendekatan keluarga binaan. Selanjutnya, mahasiswa melakukan proses penentuan prioritas masalah berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Hasil identifikasi tersebut menjadi bahan utama dalam kegiatan MMK, di mana mahasiswa memaparkan temuan lapangan serta memperoleh masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa masalah kesehatan yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Bela Negara, serta foto bersama. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan pengarahan dari Koordinator Program Studi Kesehatan Masyarakat UPNVJ, sambutan dari Camat Bojongsari atau perwakilan, serta sambutan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok atau perwakilan.
Dalam kegiatan inti, mahasiswa menyampaikan hasil identifikasi masalah kesehatan yang telah dilakukan di masyarakat. Pemaparan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gambaran kondisi kesehatan wilayah berdasarkan data lapangan, sekaligus memperoleh tanggapan dan masukan dari berbagai pihak.

Setelah pemaparan hasil identifikasi masalah, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan kelompok mahasiswa untuk membahas hasil kajian, melakukan diskusi, serta menyusun rencana intervensi yang akan dilakukan pada tahap berikutnya.

Melalui MMK ini, mahasiswa tidak hanya belajar melakukan analisis masalah kesehatan secara akademik, tetapi juga memahami pentingnya proses pengambilan keputusan yang melibatkan masyarakat. Pendekatan partisipatif ini memungkinkan program kesehatan yang dirancang memiliki kesesuaian dengan kebutuhan lokal serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses pemecahan masalah kesehatan.
MMK sebagai Jembatan Menuju Intervensi Kesehatan Masyarakat
Hasil kesepakatan dalam MMK akan menjadi dasar pelaksanaan PBL 2, yaitu tahap implementasi intervensi kesehatan masyarakat. Pada tahap ini, mahasiswa akan melaksanakan program berdasarkan prioritas masalah yang telah disepakati bersama, baik dalam bentuk intervensi kelompok di tingkat wilayah maupun intervensi individu melalui program keluarga binaan.
Melalui tahapan PBL yang sistematis, mahasiswa memperoleh pengalaman mulai dari melakukan asesmen kebutuhan masyarakat, mengidentifikasi masalah kesehatan, menentukan prioritas, membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan, hingga merancang dan melaksanakan intervensi kesehatan.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman pembelajaran langsung di lapangan, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

Koordinator Program Studi Kesehatan Masyarakat UPN “Veteran” Jakarta, Dr. Suparni, S.T., M.K.K.K., bersama tim pelaksana PBL yang diketuai oleh Dr. Januar Ariyanto, S.K.M., M.Kes., terus mendorong pelaksanaan kegiatan lapangan yang mampu menghubungkan pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Melalui kegiatan Musyawarah Masyarakat Kelurahan ini, UPN “Veteran” Jakarta menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan kesehatan masyarakat yang memiliki kemampuan analitis, komunikasi, kolaborasi, serta kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan di masyarakat.
