Share Good Things

FIKES UPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) secara resmi merilis panduan komprehensif mengenai strategi menjaga daya tahan tubuh di tengah ancaman perubahan musim dan potensi wabah penyakit. Langkah edukatif ini diluncurkan sebagai respons aktif civitas akademika dalam menjaga kesehatan masyarakat luas di kawasan kampus maupun nasional.

Langkah ini menyikapi fluktuasi cuaca ekstrem dan potensi lonjakan kasus penyakit menular yang kerap terjadi pada masa transisi musim. Berdasarkan edukasi resmi yang diterbitkan FIKES UPNVJ, terdapat enam pilar utama yang patut diterapkan masyarakat secara disiplin guna mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh.

Enam pilar kesehatan tersebut meliputi:

  1. Nutrisi Seimbang: Mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan Vitamin C, D, dan Zinc untuk memperkuat benteng pertahanan tubuh.
  2. Hidrasi Optimal: Memenuhi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi minimal 8 gelas air putih setiap hari demi menunjang kelancaran proses metabolisme tubuh.
  3. Istirahat Cukup: Menjaga kualitas tidur malam selama 7 hingga 9 jam secara teratur.
  4. Aktivitas Fisik Teratur: Melakukan olahraga intensitas ringan hingga sedang secara rutin setidaknya 30 menit sehari.
  5. Kelola Stres: Menghindari stres berlebih serta meluangkan waktu secara berkala untuk hobi dan relaksasi.
  6. Kebersihan Diri dan Lingkungan: Membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan area tempat tinggal, serta memastikan sirkulasi atau ventilasi udara berjalan dengan baik.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UPNVJ, Dr. Sri Yani, SST.FT., Ftr., M.Si., menegaskan bahwa edukasi kesehatan ini merupakan bentuk nyata komitmen UPNVJ dalam mendukung program prioritas Rektor UPNVJ di bidang pengabdian masyarakat dan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

“Sebagai fakultas yang membidangi kesehatan, FIKES UPNVJ memiliki tanggung jawab moral dan akademis untuk hadir memberikan solusi konkret bagi masyarakat,” ujar Dr. Sri Yani. “Penerapan enam pilar ini bukan sekadar imbauan, melainkan investasi kesehatan jangka panjang agar masyarakat memiliki ketahanan fisik yang kuat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman penyakit.”

Chat with Us!