Project Based Learning Kesehatan Matra: Mahasiswa UPNVJ Bekali Siswa SMAN 54 Jakarta Timur Cegah Cedera Tari Saman
- May 5, 2026
- Admin
- 0
FIKES UPNVJ – Telah berlangsung kegiatan Project Based Learning (PjBL) mata kuliah kesehatan matra yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Program Studi Keperawatan Program Sarjana kelompok 3 semester 6, di SMA Negeri 54 Kota Jakarta Timur. Kegiatan berlangsung mulai pukul 14.00-16.00 WIB pada Senin, 27 April 2026 dengan membawakan tema “Saman Tanpa Drama: Stretch Right, Move Bright!”. Kegiatan ini dihadiri oleh Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan semester 6 Kelompok 3, dosen pembimbing, perwakilan sekolah, pelatih tari saman, serta peserta yang berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko cedera otot dan sendi pada Tari Saman yang disebabkan oleh karakteristik gerakan yang cepat, repetitif, serta dilakukan dalam posisi duduk dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, masih rendahnya pengetahuan siswa mengenai teknik pencegahan cedera menjadi faktor yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap gangguan muskuloskeletal. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi edukatif yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membentuk kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan saat beraktivitas fisik. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pemahaman serta kesiapan siswa dalam mencegah cedera.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahapan yang saling berkesinambungan, dimulai dari pembukaan dan sambutan sebagai pengantar kegiatan. Selanjutnya, peserta diberikan materi edukasi kesehatan yang relevan dengan risiko cedera pada aktivitas Tari Saman. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi teknik pemanasan (warming up) dan pendinginan (cooling down) yang benar, serta praktik langsung oleh peserta untuk memperkuat pemahaman. Diskusi interaktif juga dilakukan sebagai sarana untuk mengevaluasi pemahaman dan memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya secara langsung.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif dalam setiap sesi yang diberikan. Hal ini terlihat dari keterlibatan mereka saat praktik gerakan serta keaktifan dalam sesi diskusi. Respon positif ini menjadi indikator bahwa metode edukasi yang digunakan mampu menarik minat dan meningkatkan pemahaman peserta. Selain itu, suasana kegiatan yang interaktif turut mendukung terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota ekstrakurikuler Tari Saman mampu memahami dan menerapkan teknik pencegahan cedera secara mandiri dalam kegiatan latihan maupun pertunjukan. Penerapan teknik yang tepat diharapkan dapat meminimalkan risiko cedera serta meningkatkan performa siswa dalam menari. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi nyata peran mahasiswa dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Dengan demikian, kontribusi ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok remaja.

Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi kesehatan, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 89 meningkat menjadi 96,5 pada post-test atau naik sebesar 7,5 poin. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa edukasi mengenai pencegahan cedera melalui teknik pemanasan dan pendinginan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, yang juga didukung oleh dominasi nilai tinggi (90–100) pada post-test. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta, sehingga disarankan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna meminimalkan risiko cedera pada Tari Saman.
