PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT S1 UPNVJ GELAR RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN: PANTAU KESIAPAN SEMINAR PROPOSAL DAN RUMUSKAN SISTEM PENEMPATAN PEMINATAN MAHASISWA
- May 5, 2026
- Admin
- 0
FIKES UPNVJ– Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UPN Veteran Jakarta menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) secara daring melalui Zoom Meeting. Rapat yang dihadiri oleh 30 dari 35 undangan tersebut dipimpin langsung oleh Koordinator Program Studi, Dr. Chandrayani Simanjorang, S.K.M, M.Epid, dengan peserta para dosen di lingkungan Program Studi Kesehatan Masyarakat UPNVJ.
Rapat membahas dua agenda utama: pemantauan progres pembimbingan skripsi menjelang pelaksanaan seminar proposal, serta perumusan sistem penempatan peminatan bagi mahasiswa yang akan memasuki semester 5 pada semester ganjil mendatang.

Terkait seminar proposal, prodi menetapkan jadwal pelaksanaan pada 22 April hingga 5 Mei 2026 secara daring. Dalam forum ini, masing-masing dosen pembimbing memaparkan progres bimbingan mahasiswanya. Secara umum, mahasiswa yang telah menyelesaikan penulisan Bab 1–3 serta memenuhi persyaratan skor TOEFL minimal 450 dan sertifikat Seminar Etik akan mengikuti seminar pada gelombang pertama. Sementara itu, mahasiswa yang masih dalam proses penyelesaian persyaratan dijadwalkan pada gelombang kedua. Beberapa kendala yang teridentifikasi dalam rapat antara lain pemenuhan syarat skor TOEFL serta prosedur birokrasi perizinan lokasi penelitian di rumah sakit atau instansi pemerintah (Dinas Kesehatan/Kesbangpol) yang memerlukan waktu cukup lama.
Agenda kedua membahas mekanisme penempatan peminatan bagi 204 mahasiswa ke dalam lima bidang peminatan: Kesehatan Lingkungan (Kesling), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kesehatan Reproduksi (Kespro), Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), dan Epidemiologi (Epid). Diskusi berlangsung dinamis, para dosen menyampaikan berbagai perspektif — mulai dari pentingnya mengakomodasi minat mahasiswa, mempertimbangkan kemampuan akademik, hingga menjaga keseimbangan beban mengajar dosen sesuai bidang kepakarannya. Sejumlah dosen juga menekankan perlunya mahasiswa mendapatkan informasi yang memadai mengenai prospek karir masing-masing peminatan sebelum menentukan pilihan.
Setelah melalui diskusi yang komprehensif, rapat menyepakati penggunaan metode hybrid sebagai sistem penempatan, yakni memadukan minat mahasiswa dengan pertimbangan kemampuan akademik untuk memastikan semua peminatan tetap dapat dibuka. Untuk skenario kuota kelas, rapat memilih opsi di mana semua peminatan tetap dibuka dan peminatan yang diminati lebih banyak dapat dibuka hingga dua kelas dengan maksimal 30 mahasiswa per kelas, dengan keputusan akhir menunggu hasil survei yang akan dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HMKM). Prodi juga berencana membentuk tim teknis khusus untuk mengelola proses penempatan ini, menganalisis data tracer study alumni guna melihat keterkaitan antara pilihan peminatan dan perkembangan karir, serta meminta seluruh dosen Pembimbing Akademik untuk memberikan wawasan dan panduan kepada mahasiswa bimbingannya mengenai setiap peminatan yang tersedia.
Melalui kesepakatan yang dihasilkan dalam RTM ini, Prodi Kesmas S1 UPNVJ optimistis pelaksanaan seminar proposal bulan April mendatang akan berjalan lancar. Selain itu, transparansi dalam sistem penempatan peminatan diharapkan dapat menciptakan iklim belajar yang kondusif dan adil bagi seluruh mahasiswa.
