Share Good Things

FIKES UPNVJ – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FIKES UPNVJ) melalui Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Magister (PSKMPM) melanjutkan Workshop Peninjauan Kurikulum pada Rabu, 15 April 2026, dalam forum internal yang melibatkan dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Dr. Apriningsih, S.K.M., M.K.M., dengan fokus pada penyempurnaan dokumen kurikulum berbasis masukan sebelumnya serta mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Workshop ini bertujuan memastikan kurikulum relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, dan tantangan kesehatan masyarakat. Proses dilakukan secara kolaboratif melalui penajaman visi, misi, dan capaian pembelajaran lulusan.

Dalam sesi lanjutan ini, tim perumus melakukan pendalaman terhadap rumusan visi dan misi program studi agar selaras dengan arah strategis universitas dan fakultas. Penyesuaian ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesinambungan kebijakan akademik serta memperkuat identitas keilmuan program studi di tingkat nasional maupun global.

Selain itu, workshop juga menitikberatkan pada penguatan profil lulusan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan multidimensi di bidang kesehatan masyarakat. Profil tersebut mencakup peran sebagai manajer, pemimpin, peneliti, pendidik, komunikator, wirausahawan, dan konsultan. Pendekatan ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap dinamika dunia kerja.

Pembahasan lebih lanjut difokuskan pada pemetaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), pengembangan bahan kajian, serta penyusunan struktur kurikulum yang integratif. Isu strategis seperti digital health dan kewirausahaan menjadi bagian penting yang diintegrasikan ke dalam mata kuliah guna menjawab tantangan transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi.

“Kurikulum tidak hanya harus memenuhi standar nasional, tetapi juga mampu menjawab tantangan perubahan penyakit, sosial, dan perkembangan teknologi secara nyata di lapangan,” ungkap salah satu tim perumus dalam forum diskusi. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta perkembangan global.

Hasil workshop menghasilkan penyempurnaan struktur kurikulum, penguatan dokumen akademik, serta perumusan strategi implementasi yang lebih adaptif dan aplikatif. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga mutu pendidikan tinggi, sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.

Chat with Us!