Share Good Things

FIKES UPNVJ – Fakultas Ilmu Kesehatan UPN “Veteran” Jakarta (FIKES UPNVJ) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) untuk membahas perubahan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Ketua Tim Kerja (Katimja) di lingkungan fakultas, di Kampus Limo, Depok, pekan ini. Rapat ini menyoroti urgensi penyesuaian tupoksi dari semula empat uraian menjadi 21 butir rincian tugas. Perubahan tersebut dilakukan untuk memperjelas pembagian peran, memperkuat akuntabilitas kinerja, serta mendukung pencapaian indikator kinerja utama fakultas. Bagaimana perubahan ini memperkuat tata kelola dan meningkatkan efektivitas organisasi FIKES UPNVJ?

Wakil Dekan Bidang Akademik FIKES UPNVJ dalam arahannya menegaskan bahwa penyempurnaan tupoksi Katimja merupakan bagian dari upaya penataan organisasi berbasis kinerja dan risiko. Selama ini, empat uraian tugas dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kompleksitas kerja tim di bidang akademik, kemahasiswaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola administrasi. “Perincian menjadi 21 butir tugas dimaksudkan agar setiap Ketua Tim Kerja memiliki panduan operasional yang terukur, terdokumentasi, dan selaras dengan sasaran strategis fakultas,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, pimpinan fakultas bersama para koordinator unit kerja melakukan pembahasan rinci atas setiap butir tambahan. Penambahan mencakup aspek perencanaan program, pelaksanaan kegiatan berbasis standar operasional prosedur, pengendalian mutu internal, pelaporan kinerja, hingga evaluasi dan tindak lanjut. Langkah ini juga disesuaikan dengan kebijakan penjaminan mutu internal universitas serta dinamika regulasi pendidikan tinggi.

Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan menjelaskan bahwa perubahan tupoksi ini akan berdampak langsung pada pola kerja lintas unit. Dengan rincian tugas yang lebih komprehensif, koordinasi antartim diharapkan menjadi lebih efektif dan meminimalkan tumpang tindih kewenangan. “Kami ingin memastikan setiap program berjalan sesuai rencana kerja dan anggaran, sekaligus terdokumentasi secara akuntabel,” katanya.

Rapat Tinjauan Manajemen juga menjadi forum evaluasi atas capaian kinerja tahun sebelumnya. Sejumlah indikator, seperti peningkatan mutu layanan akademik, percepatan administrasi, serta optimalisasi dukungan terhadap kegiatan mahasiswa, dibahas sebagai dasar penyusunan tupoksi baru. Dengan demikian, perubahan ini tidak sekadar administratif, melainkan berbasis kebutuhan riil organisasi.

Wakil Dekan Bidang Akademik dalam pernyataan terpisah menegaskan bahwa penguatan tata kelola unit kerja merupakan fondasi pencapaian visi universitas sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global. Menurutnya, penajaman tupoksi hingga 21 butir mencerminkan komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. “Transformasi tata kelola harus dimulai dari kejelasan peran dan tanggung jawab. Dengan struktur kerja yang terukur, fakultas akan lebih adaptif dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi,” ujarnya.

Melalui Rapat Tinjauan Manajemen ini, FIKES UPNVJ menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Penyempurnaan tupoksi Katimja diharapkan menjadi landasan penguatan manajemen berbasis kinerja, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa dan pemangku kepentingan. Langkah strategis ini sejalan dengan arah kebijakan universitas dalam membangun tata kelola yang efektif, transparan, dan berorientasi pada mutu.

Chat with Us!