Share Good Things

FIKES UPNVJ — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FIKES UPNVJ) melaksanakan FIKES Mengabdi 2026 di Desa Weninggalih selama lima hari, 2–6 September 2026. Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Weninggalih: Transformasi Limbah dan Kesetaraan Gender Menuju Desa Mandiri dan Inovatif Berkelanjutan”, kegiatan ini menyasar sekitar 100 kepala keluarga dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat, edukasi kesehatan, kesetaraan gender, serta pengelolaan lingkungan.

Program tersebut menjadi bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa FIKES UPNVJ tidak hanya memberikan edukasi dan layanan kepada warga, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengenali serta mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai mitra dalam setiap tahapan kegiatan.

Rangkaian FIKES Mengabdi 2026 diawali pada 2 September dengan kedatangan panitia di Desa Weninggalih. Selain mempersiapkan kebutuhan teknis dan tempat pelaksanaan kegiatan, mahasiswa melakukan briefing serta berdiskusi dengan pemangku kepentingan setempat untuk memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat. Hasil diskusi menjadi salah satu dasar dalam pelaksanaan berbagai program selama kegiatan berlangsung.

Pada hari kedua, mahasiswa menjalankan program Gerakan Edukasi untuk Kesetaraan Gender dan Kehidupan Sosial yang Harmonis (Gema Setara). Program ini mengangkat kesetaraan gender sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. Di hari yang sama, mahasiswa menyalurkan tempat sampah ke Dusun 2 sebagai persiapan program Pengadaan Fasilitas Lingkungan Tertata dan Asri (PELITA) serta melakukan kegiatan door-to-door untuk memperkenalkan program dan mengajak masyarakat berpartisipasi. Rangkaian hari kedua ditutup dengan pembukaan resmi FIKES Mengabdi 2026.

Memasuki hari ketiga, program PELITA dilanjutkan melalui pembuatan tempat sampah di Dusun 1 dan Dusun 2. Program tersebut diarahkan untuk mendukung pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Mahasiswa juga memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada anak-anak sekolah dasar melalui program Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan Sehari-hari (MENTARI).

Pada hari yang sama, program Skrining Kesehatan dan Gerakan Edukasi Risiko Awal (SEGERA) dilaksanakan di Dusun 2. Warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang meliputi gula darah, asam urat, dan kolesterol. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatan sekaligus mengenali risiko kesehatan sejak dini.

Rangkaian pemberdayaan berlanjut pada hari keempat melalui program Bersama Edukasi dan Olah Limbah Ternak Daya Guna (BERDAYA). Mahasiswa bersama masyarakat memanfaatkan kotoran sapi dan kambing untuk diolah menjadi pupuk organik. Pemanfaatan limbah peternakan ini menjadi salah satu upaya mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih ramah sekaligus menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Program lingkungan juga diperkuat melalui Kencana Hijau, yang diwujudkan dengan penanaman tanaman obat keluarga (TOGA), seperti kunyit dan jahe merah, serta bibit jeruk nipis, pete, balsa, dan sengon di lingkungan Desa Weninggalih. Selain mendukung penghijauan, kegiatan tersebut diarahkan untuk memanfaatkan potensi lingkungan yang tersedia di masyarakat.

Di hari keempat, program SEGERA kembali dilaksanakan di Dusun 3. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Mahasiswa bersama masyarakat terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan hingga evaluasi untuk mempersiapkan rangkaian penutupan pada hari berikutnya.

Hari kelima menjadi puncak sekaligus penutup FIKES Mengabdi 2026. Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama masyarakat, dilanjutkan dengan Fun Day sebagai ruang kebersamaan antara mahasiswa dan warga. Panitia kemudian memutar after movie yang mendokumentasikan perjalanan kegiatan selama berada di Desa Weninggalih.

Rangkaian penutupan dilanjutkan dengan peresmian tempat sampah hasil program PELITA yang turut dihadiri dosen pembimbing FIKES Mengabdi dan masyarakat Desa Weninggalih. Setelah seluruh kegiatan selesai, panitia berpamitan kepada masyarakat sebelum kembali ke Limo.

Melalui FIKES Mengabdi 2026, BEM FIKES UPNVJ memperlihatkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat dikembangkan melalui pendekatan yang terintegrasi, mulai dari edukasi kesehatan, skrining kesehatan, kesetaraan gender, pengelolaan sampah, pemanfaatan limbah peternakan, hingga penghijauan. Keterlibatan langsung masyarakat menjadi bagian penting untuk membangun kemandirian dan keberlanjutan program di Desa Weninggalih.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran FIKES UPNVJ dalam menghadirkan kontribusi mahasiswa di tengah masyarakat melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di lingkungan perguruan tinggi. Semangat pemberdayaan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih sehat, peduli lingkungan, mandiri, dan inovatif.

Chat with Us!