Share Good Things

FIKES UPNVJ – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) memperketat standar penilaian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) bagi perawat spesialis sebagai upaya menjamin keselamatan pasien dan meningkatkan mutu layanan kesehatan nasional. Ujian kompetensi ini dilaksanakan di Gedung FK OSCE Center UPNVJ, Jakarta, pada Rabu (tanggal disesuaikan), dengan sistem penilaian digital terintegrasi dan rubrik berbasis standar internasional. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan lulusan tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga presisi dalam pengambilan keputusan klinis. Langkah ini dinilai strategis karena perawat spesialis memegang peran krusial dalam pelayanan kesehatan berisiko tinggi.

Pelaksanaan OSCE berlangsung dalam suasana hening dan terkendali di pusat simulasi klinik FK UPNVJ. Setiap peserta diuji melalui sejumlah stasiun klinik yang merepresentasikan kondisi nyata di rumah sakit, menggunakan manekin berteknologi tinggi dan standardized patient atau pasien standar—aktor terlatih yang mensimulasikan gejala klinis tertentu. Peserta diberikan waktu sekitar sepuluh menit di setiap stasiun untuk melakukan pengkajian, intervensi keperawatan, hingga edukasi kepada pasien dan keluarga.

Ketua Pelaksana OSCE FK UPNVJ menjelaskan bahwa pengetatan standar penilaian dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab akademik dan profesional terhadap publik. Menurutnya, dalam praktik keperawatan spesialis—mulai dari keperawatan medikal bedah, anak, hingga keperawatan jiwa—ruang toleransi kesalahan sangat sempit karena menyangkut keselamatan nyawa pasien.

“OSCE dirancang untuk menguji kemampuan klinis secara objektif dan terukur. Kami ingin memastikan setiap perawat spesialis lulusan UPNVJ benar-benar siap menghadapi kompleksitas kasus di lapangan, bukan hanya lulus secara administratif,” ujarnya.

Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, sistem penilaian OSCE kali ini telah sepenuhnya terdigitalisasi. Seluruh penguji menggunakan perangkat tablet untuk mencatat penilaian secara real time berdasarkan rubrik terstruktur dan indikator kinerja yang rinci. Digitalisasi ini diterapkan untuk meminimalkan subjektivitas, meningkatkan transparansi, serta memperkuat akuntabilitas hasil ujian.

Beberapa aspek kompetensi utama yang menjadi fokus penilaian dalam OSCE meliputi ketepatan prosedur klinis sesuai standar operasional dan pedoman internasional terkini, kemampuan pengambilan keputusan klinis dalam situasi kritis, serta keterampilan komunikasi terapeutik. Aspek komunikasi menjadi perhatian khusus, terutama dalam konteks menenangkan pasien cemas dan menyampaikan informasi sensitif atau breaking bad news kepada keluarga pasien.

Penerapan OSCE dengan standar ketat ini mendapat respons positif dari rumah sakit sebagai pengguna lulusan. Namun, kebijakan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi institusi pendidikan keperawatan untuk terus memperbarui kurikulum, metode pembelajaran, serta sarana laboratorium simulasi agar mendekati kondisi nyata di dunia kerja.

Rektor UPN Veteran Jakarta, Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm, menegaskan bahwa kebijakan penguatan OSCE sejalan dengan komitmen UPNVJ dalam menghasilkan tenaga kesehatan profesional yang berdaya saing dan berintegritas. Menurutnya, peningkatan kualitas lulusan merupakan bagian dari strategi besar universitas dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional.

“UPNVJ berkomitmen menjaga mutu pendidikan berbasis standar profesi dan kebutuhan masyarakat. Melalui OSCE yang ketat dan objektif, kami ingin memastikan lulusan perawat spesialis UPNVJ siap bekerja, adaptif, dan mampu memberikan layanan kesehatan yang aman serta berkualitas sejak hari pertama bertugas,” ujar Prof. Anter Venus.

Melalui penguatan standar OSCE ini, UPNVJ menargetkan lahirnya perawat spesialis yang tidak memerlukan masa adaptasi panjang di fasilitas pelayanan kesehatan. Lulusan diharapkan menjadi garda terdepan dalam sistem kesehatan Indonesia, dengan kompetensi klinis presisi tinggi untuk berkontribusi menekan angka mortalitas dan morbiditas secara berkelanjutan.

Chat with Us!