Share Good Things

PADAM: Pahami, Antisipasi, dan Atasi Masalah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

FIKES UPNVJ – Bogor, 8 November 2025 — Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik, mahasiswa profesi Ners melaksanakan kegiatan edukasi dan simulasi mitigasi kebakaran dengan tema “PADAM: Pahami, Antisipasi, dan Atasi Masalah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik” pada Sabtu, 8 November 2025 pukul 15.30–16.50 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh 15 peserta warga RT 06/RW 06 Kelurahan Cilebut barat, Kabupaten Bogor yang menjadi bagian dari project mitigasi kebencanaan Kesehatan Matra yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam mencegah, menangani, dan merespons situasi darurat kebakaran di lingkungan tempat tinggal.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pengisian pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan awal masyarakat terkait penyebab, risiko, dan prosedur menghadapi kebakaran akibat korsleting listrik. Antusiasme warga sudah terlihat sejak awal, dengan jumlah peserta yang hadir melebihi target yang ditetapkan. Kemudian, Master of Ceremony (MC), yaitu Septia Suci Rahmanti, S.Kep., membuka acara dengan pembacaan susunan kegiatan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bela Negara sebagai bentuk penghormatan dan penguatan semangat kebangsaan. Sambutan kemudian disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Debbyna Keisha Sopyan, S.Kep., yang menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mencegah bahaya kebakaran serta peran edukasi sebagai langkah awal membangun budaya aman dalam penggunaan listrik sehari-hari.

Memasuki acara inti, materi pertama disampaikan oleh Marsaulina Priscilla, S.Kep., yang mengupas mengenai konsep dasar mitigasi kebakaran, meliputi pengertian, klasifikasi kebakaran, potensi dampak, serta latar belakang terjadinya insiden kebakaran di permukiman. Peserta diberikan pemahaman komprehensif mengenai bagaimana kebakaran dapat terjadi secara cepat dan meluas, khususnya akibat kelalaian dalam penggunaan instalasi listrik. Materi berikutnya dipaparkan oleh Muthia Najwa Syihab Alwi, S.Kep., yang membahas secara lebih mendalam mengenai penyebab korsleting listrik, tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai, serta berbagai langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat untuk meminimalisasi risiko. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai langkah awal penanganan kebakaran listrik dan prosedur evakuasi yang tepat.

Untuk memudahkan pemahaman, pemateri turut menampilkan miniatur rumah yang menunjukkan perbandingan instalasi listrik aman dan rawan, sehingga peserta dapat melihat secara visual contoh situasi yang berpotensi memicu korsleting. Pendekatan interaktif ini mendapat respons positif, karena membantu masyarakat memahami bahaya listrik secara nyata dan aplikatif.

Setelah pemaparan materi, sesi tanya jawab berlangsung dengan sangat dinamis. Warga aktif membagikan pengalaman pribadi terkait insiden listrik dan mengajukan pertanyaan mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kobaran api akibat korsleting. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan reward kepada tiga peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik. Selanjutnya, peserta mengisi post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan setelah sesi penyuluhan. Hasil penilaian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan hasil pre-test, menandakan bahwa kegiatan edukasi ini efektif dalam memperkuat pemahaman masyarakat.

Kegiatan ditutup oleh MC dengan sesi foto bersama serta penyampaian ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara, termasuk warga, panitia, dan pembimbing lapangan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan warga dapat lebih waspada dalam menggunakan instalasi listrik, memahami tanda bahaya korsleting, serta mampu mengambil tindakan cepat dan tepat saat menghadapi potensi kebakaran. Upaya preventif yang dilakukan hari ini menjadi langkah penting menuju lingkungan permukiman yang lebih aman, tanggap, dan resilien terhadap risiko kebakaran.

Chat with Us!