Share Good Things

FIKES UPNVJ – Dalam upaya mewujudkan lingkungan kampus yang aman dan responsif terhadap kondisi darurat medis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD): Resusitasi Jantung Paru Korban Dewasa”. 

Acara yang dipandu oleh pakar keperawatan kritis ini tidak hanya diikuti oleh jajaran administratif, tetapi juga melibatkan petugas keamanan (satpam) dan petugas kebersihan (office boy). Keterlibatan seluruh lapisan staf ini bertujuan agar garda terdepan kampus memiliki kompetensi teknis dalam memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan medis profesional tiba di lokasi.

Dalam arahannya, Ns. Rycco selaku pembicara menekankan bahwa sebagai fakultas kesehatan, seluruh sivitas akademika dan staf pendukung harus memiliki standar pengetahuan medis dasar yang mumpuni. Menurutnya, keselamatan kerja dan perlindungan bagi mahasiswa serta tamu universitas adalah prioritas utama yang harus dijamin oleh seluruh personel di lingkungan fakultas.

“Kemampuan Bantuan Hidup Dasar bukan hanya milik dokter atau perawat. Satpam dan rekan-rekan office boy adalah orang-orang yang paling sering berada di lapangan. Dengan membekali mereka teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) yang benar, kita telah meminimalisir risiko fatalitas jika terjadi keadaan darurat di kampus. Ini adalah bentuk nyata dari kepedulian dan profesionalisme kita,” ujar Ns. Rycco

Pelatihan ini mencakup teori dan praktik langsung mengenai penanganan henti jantung dan henti napas. Para peserta diajarkan langkah-langkah Chain of Survival, mulai dari pengenalan dini kondisi darurat, aktivasi sistem tanggap darurat, hingga pemberian kompresi dada yang efektif. Pendekatan inklusif ini diharapkan dapat membangun budaya kerja yang saling menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kesiapsiagaan UPNVJ.

Rektor UPN “Veteran” Jakarta, Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif konkret yang dilakukan oleh jajaran pimpinan FIKES. Ia menyatakan bahwa kebijakan ini sejalan dengan visi universitas dalam mengimplementasikan nilai-nilai Bela Negara melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

“Saya sangat bangga melihat FIKES UPNVJ memulai masa kepemimpinan baru dengan aksi nyata yang menyentuh aspek keselamatan manusia. Edukasi BHD bagi staf non-medis adalah langkah progresif. Ini menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Dr. Sri Yani, FIKES tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi institusi yang bertanggung jawab secara sosial dan siap menghadapi tantangan darurat di lingkungan pendidikan,” pungkas Prof. Anter Venus.

Chat with Us!