Perkuat Layanan Kesehatan, UPNVJ Paparkan Kesiapan Prodi Profesi Fisioterapi di LLDIKTI III
- February 26, 2026
- Admin
- 0
FIKES UPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melakukan presentasi resmi pembukaan Program Studi Profesi Fisioterapi di hadapan tim evaluator LLDIKTI Wilayah III, Jakarta, pada Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memaparkan kesiapan akademik, sumber daya manusia, sarana prasarana, serta urgensi pembukaan program profesi tersebut guna menjawab kebutuhan tenaga fisioterapis profesional di Indonesia. Presentasi dilakukan di kantor LLDIKTI Wilayah III dan dihadiri pimpinan universitas, tim penyusun proposal, serta perwakilan fakultas terkait.
Wakil Rektor Bidang Akademik UPNVJ dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pengajuan Program Studi Profesi Fisioterapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi lulusan Sarjana Fisioterapi agar memenuhi standar kompetensi nasional. “Pembukaan program profesi ini menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan lulusan memiliki kewenangan praktik sesuai regulasi dan standar pelayanan kesehatan,” ujarnya dalam sesi diskusi bersama tim evaluator.
Secara nasional, kebutuhan fisioterapis terus meningkat seiring bertambahnya angka kasus penyakit tidak menular, cedera akibat kecelakaan, serta populasi lanjut usia. UPNVJ menilai kehadiran Program Studi Profesi Fisioterapi akan memperluas akses masyarakat terhadap layanan rehabilitasi yang bermutu, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, prodi ini diharapkan memperkuat peran UPNVJ sebagai perguruan tinggi negeri yang responsif terhadap kebutuhan sektor kesehatan.
Dalam presentasi tersebut, tim penyusun memaparkan kurikulum berbasis capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang selaras dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan standar Asosiasi Institusi Pendidikan Fisioterapi Indonesia. Model pembelajaran dirancang berbasis praktik klinik terintegrasi dengan rumah sakit, klinik rehabilitasi, dan fasilitas pelayanan kesehatan mitra. Fasilitas laboratorium, termasuk laboratorium fisioterapi, gym terapi, dan hidroterapi, turut ditampilkan sebagai bentuk kesiapan sarana penunjang pendidikan profesi.
Tim evaluator LLDIKTI Wilayah III memberikan sejumlah masukan terkait penguatan dokumen kerja sama lahan praktik, rasio dosen dan mahasiswa, serta roadmap pengembangan prodi dalam lima tahun ke depan. UPNVJ menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi tersebut secara terukur dan tepat waktu.
Langkah ini sejalan dengan visi UPNVJ sebagai perguruan tinggi negeri yang inovatif dan berkarakter bela negara. Dengan dukungan LLDIKTI Wilayah III, UPNVJ optimistis proses pembukaan Program Studi Profesi Fisioterapi dapat berjalan lancar dan segera memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional.
