Share Good Things

Pada hari Minggu, 01 November 2026, telah diselenggarakan kegiatan Kuliah Umum Kesehatan Matra 2026 oleh Mahasiswa Keperawatan Program Diploma Tiga Fakultas Ilmu Kesehatan UPN “Veteran” Jakarta Angkatan 2024. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB ini dilaksanakan secara hybrid, bertempat di Auditorium Merce Lantai 8 FK UPN “Veteran” Jakarta dan melalui Zoom Meeting. Mengangkat topik “Manajemen Kesehatan Matra dalam Menjaga Ketertiban dan Keamanan Negara” dengan tema “Peran Strategis Keperawatan Matra dalam Kesiapsiagaan dan Penanganan Kesehatan pada Aksi Unjuk Rasa”, kegiatan ini ditujukan kepada mahasiswa UPN “Veteran” Jakarta, mahasiswa dari perguruan tinggi lain.

Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 08.00 WIB dengan persiapan panitia dan registrasi peserta, baik secara luring maupun daring. Setelah seluruh persiapan dipastikan berjalan dengan baik, acara resmi dibuka oleh MC melalui pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan dengan pembacaan rundown serta tata tertib kegiatan. Suasana pembukaan kemudian dilengkapi dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Bela Negara sebagai bentuk penanaman semangat nasionalisme.

Selanjutnya, disampaikan rangkaian sambutan oleh Siti Aisyah Azzahra selaku Ketua Pelaksana Kuliah Umum Kesehatan Matra 2026, Ns. Diah Tika Anggraeni, S.Kep., M.Kep. selaku Koordinator Program Studi D3 Keperawatan, Ns. Cut Sarida Pompey, S.Kep., M.N.S. selaku Ketua Jurusan Keperawatan, serta Dr. Sri Yani, SST.FT., Ftr., M.S. selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UPN “Veteran” Jakarta. Sebelum memasuki sesi pemaparan materi, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai kesehatan matra dan peran keperawatan dalam menghadapi situasi aksi unjuk rasa.

Memasuki acara inti, moderator memperkenalkan narasumber pertama, yaitu Dr. Desak Nyoman Sithi, S.Kp., MARS., Ph.D., yang menyampaikan materi dengan subtema “Beyond Preparedness: Peran Keperawatan Matra dalam Kesiapsiagaan dan Respons Kesehatan pada Aksi Unjuk Rasa”. Dalam pemaparannya, narasumber membahas berbagai risiko kesehatan yang dapat terjadi selama aksi unjuk rasa, mulai dari cedera fisik, paparan gas air mata, bentrokan, hingga kondisi korban massal. Selain itu, dijelaskan pula peran perawat dalam melakukan penilaian risiko, persiapan sebelum kegiatan, pelaksanaan triase, pertolongan pertama, evakuasi korban, serta koordinasi lintas sektor. Materi ini menegaskan bahwa perawat tidak hanya dituntut memiliki kemampuan klinis dalam menangani korban, tetapi juga kesiapan menghadapi situasi krisis, menjaga keselamatan diri, serta menerapkan prinsip netralitas dan kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Setelah pemaparan materi pertama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali lebih dalam materi yang telah disampaikan. Berbagai pertanyaan yang diajukan mencakup kesiapan perawat dalam menghadapi situasi krisis, penerapan konsep Beyond Preparedness, penanganan kelompok rentan, penentuan prioritas triase pada kondisi korban massal, hingga penerapan prinsip netralitas dan kode etik keperawatan di tengah konflik antar kelompok. Sesi ini menjadi ruang interaksi antara narasumber dan peserta untuk memperluas pemahaman mengenai tantangan serta tanggung jawab perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan pada situasi berisiko.

Untuk menjaga antusiasme peserta, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang berlangsung secara interaktif. Selanjutnya, moderator memperkenalkan narasumber kedua, yaitu AKBP Asep Winardi Sundowo, A.Md.Ft., S.H., M.K.M., yang menyampaikan materi dengan subtema “From Preparation to Protection: Kesiapan Perlengkapan Kesehatan dan Pertolongan Pertama pada Aksi Unjuk Rasa”. Materi kedua berfokus pada pentingnya kesiapan perlengkapan kesehatan dan sarana pertolongan pertama dalam mendukung pelayanan kesehatan selama aksi unjuk rasa. Pembahasan mencakup kesiapan tenaga kesehatan, peralatan medis, pos kesehatan, ambulans, serta sistem rujukan untuk memastikan korban memperoleh penanganan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sesuai kondisi di lapangan.

Pemaparan materi kedua kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui sesi ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai kesiapan logistik kesehatan dan penerapan pertolongan pertama dalam situasi aksi unjuk rasa. Kedua sesi diskusi tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menghubungkan materi yang disampaikan dengan tantangan nyata dalam pelayanan kesehatan, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi dalam penanganan korban.

Menjelang akhir kegiatan, panitia melaksanakan penyerahan sertifikat kepada para narasumber serta pemberian penghargaan kepada peserta terbaik. Selanjutnya, peserta mengikuti post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap pemahaman setelah memperoleh materi. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama, pengisian formulir evaluasi, dan ditutup secara resmi oleh MC.

 

Melalui terselenggaranya Kuliah Umum Kesehatan Matra 2026, diharapkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran strategis keperawatan matra, khususnya dalam kesiapsiagaan dan penanganan kesehatan pada situasi aksi unjuk rasa. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan pertolongan pertama, kemampuan mitigasi risiko, serta kesadaran akan pentingnya koordinasi dan keselamatan dalam pelayanan kesehatan. Dengan demikian, mahasiswa keperawatan diharapkan mampu mengembangkan kompetensi profesional sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Bela Negara melalui kontribusi nyata dalam bidang kesehatan.

Chat with Us!