Share Good Things

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UPN “Veteran” Jakarta melakukan curriculum review Program Studi Profesi Ners bersama Prof. Hironobu Kuruma, RN, MSc, PhD, OMT, Visiting Adjunct Professor dari Tokyo Metropolitan University, Jepang, Kamis (27/8). Evaluasi ini membahas kesesuaian kurikulum pendidikan Profesi Ners Indonesia dengan kebutuhan pelayanan keperawatan di Jepang, khususnya dalam konteks penempatan tenaga kerja melalui skema Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA). Masukan dari pihak Jepang menjadi bahan penting bagi penguatan kurikulum agar lulusan memiliki kompetensi yang semakin relevan dengan kebutuhan global.

Agenda curriculum review tersebut berfokus pada persepsi dan evaluasi institusi medis serta rumah sakit di Jepang terhadap kualifikasi lulusan Profesi Ners Indonesia. Pembahasan mencakup kompetensi klinis, karakter dan kemampuan interpersonal perawat, batas kewenangan tindakan medis, penguasaan terminologi keperawatan, hingga kebutuhan kompetensi keperawatan geriatri.

Berdasarkan hasil evaluasi, lulusan Profesi Ners Indonesia dinilai memiliki sejumlah keunggulan. Dari aspek kompetensi, perawat Indonesia dipandang memiliki pemahaman klinis mendasar yang baik serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan rumah sakit. Kompetensi praktis tersebut menjadi salah satu modal penting bagi lulusan yang akan memasuki lingkungan kerja internasional.

Selain kemampuan klinis, karakter perawat Indonesia juga mendapat apresiasi. Sikap ramah, sabar, dan empati dalam memberikan pelayanan kepada pasien dinilai menjadi kekuatan, terutama ketika berhadapan dengan pasien lanjut usia. Karakter tersebut relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di Jepang yang menghadapi peningkatan populasi lansia.

Meski demikian, evaluasi juga menemukan sejumlah kesenjangan yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan pendidikan Profesi Ners. Salah satunya adalah perbedaan batas kewenangan tindakan medis antara Indonesia dan Jepang. Perawat Indonesia yang bekerja di Jepang perlu memahami bahwa regulasi di negara tersebut memiliki batasan yang lebih ketat terhadap tindakan mandiri perawat sehingga diperlukan penyesuaian kompetensi dan pemahaman regulasi.

Kesenjangan lainnya berkaitan dengan terminologi medis. Kendala yang dihadapi tenaga keperawatan Indonesia di Jepang tidak terutama terletak pada penguasaan ilmu medis, melainkan pada penggunaan istilah teknis. Pendidikan keperawatan di Indonesia banyak menggunakan istilah internasional atau bahasa Inggris, sementara tenaga kesehatan yang mengikuti ujian nasional keperawatan Jepang atau Kokkashiken perlu memahami terminologi khusus dalam bahasa Jepang, termasuk karakter Kanji.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah penguatan materi keperawatan geriatri (geriatric care). Kondisi demografi Jepang sebagai negara dengan populasi lansia yang besar membutuhkan tenaga keperawatan yang memiliki pemahaman kuat mengenai pelayanan lansia dan perawatan jangka panjang. Karena itu, pengayaan materi geriatri dinilai penting untuk mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan karakteristik kebutuhan pelayanan kesehatan di Jepang.

Hasil evaluasi tersebut selanjutnya dapat menjadi masukan dalam proses penyelarasan dan sinkronisasi kurikulum Profesi Ners. Pengayaan Bahasa Jepang teknis medis, penambahan modul keperawatan geriatri, serta pemahaman terhadap regulasi dan hukum keperawatan Jepang menjadi beberapa rekomendasi yang dapat dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum bagi lulusan yang memiliki orientasi karier internasional.

Kegiatan curriculum review ini sekaligus memperlihatkan pentingnya keterhubungan pendidikan tinggi kesehatan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan global. Kolaborasi akademik dengan mitra dan pakar internasional memberikan ruang bagi program studi untuk memperoleh perspektif langsung mengenai kompetensi yang dibutuhkan lulusan ketika memasuki sistem kesehatan negara lain.

Bagi UPN “Veteran” Jakarta, masukan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan relevansi dan kualitas pendidikan kesehatan. Penguatan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan kebutuhan profesi di tingkat internasional diharapkan dapat memperluas kesiapan lulusan FIKES UPNVJ untuk berkompetisi dan berkontribusi dalam lingkungan pelayanan kesehatan global.

Chat with Us!