• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

Pengaruh Happy Hypoxia Terhadap Sistem Respiratorik: Pentingnya Mengetahui Issue Terkini Terkait Happy Hypoxia di Masa Pandemik Covid-19”

  • Terakhir diperbaharui : Minggu, 25 Oktober 2020
  • Penulis : Devi Puspita Sari, S.Komp
  • Hits : 82

FIKES UPNVJ - Pada hari sabtu, 24 Oktober 2020 telah berlangsung kegiatan Seminar Nasional Program Studi D-III Keperawatan UPN Veteran Jakarta dengan tema “Pengaruh Happy Hypoxia Terhadap Sistem Respiratorik: Pentingnya Mengetahui Issue Terkini Terkait Happy Hypoxia di Masa Pandemik Covid-19”. Kegiatan ini dilakukan via online melalui zoom meeting dan live streaming di Youtube Channel Himadika UPNVJ. Jumlah peserta yang hadir dalam zoom meeting yaitu 199 Peserta. Kegiatan Seminar Naional ini didukung oleh Fakultas Ilmu Kesehatan UPN Veteran Jakarta, dosen pendamping kegiatan ini, yaitu Ns Fiora Ladesvita, M. Kep., Sp. Kep. MB. Kegiatan yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan yaitu DR, drg, Wahyu Sulistiadi, MARS, Kepala jurusan keperawatan ibu Ns. Wiwin Winarti M.Epid, M.N, Kaprodi D-III Keperawatan yaitu Ns. Rokhaidah, M.Kep.,Sp.Kep.An, dosen mahasiswa, dan peserta dari beberapa institusi lain.

WhatsApp_Image_2020-10-25_at_07.02.02.jpeg

Acara ini bertujuan untuk membantu masyarakat memahami tentang pengaruh happy hypoxia yang terjadi di masa pandemik Covid-19. Mayarakat juga mampu memahami penanganan, strategi dan kebijakan PPNI terkait issue happy hypoxia di masa pandemik Covid-19. Serta dapat membentuk perilaku masyarakat yang peduli akan pencegahan Covid-19.

Seminar Nasional Program Studi D-III Keperawatan UPN Veteran Jakarta 2020 ini dibawakan oleh Ns. Santi Herlina, M.Kep., Sp. Kep. MB sebagai pembiara pertama dengan topic materi “Anatomi fisioligis dan patofisiologis happy hypoxia di masa pandemik Covid-19

seminar_d3_kep2.jpg

Dalam sharing yang disampaikan oleh Ns. Santi Herlina, M.Kep., Sp. Kep. MB. Beliau menjelaskan anatomi system pernafasan mulai dari Rongga hidung, faring, laing, trakea, bronkus, paru-paru, bronkiolus, dan alveolus. Adapun patofisiologis hipoksia yaitu kadar O2 dalam tubuh berkurang menyeabkan sel-sel tubuh terhambat metabolismenya sehingga otak memberikan respon kekurangan O2 dengan membuat otot-otot pernafasan berkontraksi dengan cepat sehingga frekuensi nafas menjadi cepat lalu O2 yang masuk mencoba mencukupi O2 dalam sel hal ini akan terjadi terus-menerus sehingga terjadi kelelahan otot-otot pada tubuh.

Untuk pembicara kedua adalah Ristinawati S.Kep., M.Kes dengan topik “Penanganan Happy Hypoxia di Masa Pandemik Covid-19”

seminar_d3_kep1.jpg

Ristinawati S.Kep., M.Kes menjelaskan bahwa happy hypoxia adalah sebagai komplikasi dari infeksi virus Sars CoV2 pada pasien Covid-19 namun gejala klinisnya tidak tampak sesak, bisa terjadi perburukan yang cepat, tidak sesuai antara kadar O2 rendah dengan keadaan umum klien. Adapun penatalaksanaan medis pasien Covid-19 dengan happy hypoxia pertama melakukan terapi non farmakologis yaitu dengan suplementasi oksigen, istirahat total, terapi cairan, intake kalori adekuat. Kedua, dengan melakukan kolaborasi dalam terapi farmakologi: klorokuin fosfat hidroksiklorokuin dosis 400 mg/24jam/oral (untuk 5 hari), azitromisin 500 mg/24 jam (untuk 5 hari), antivirus: Oseltamivir, Favipiravir (Avigan sediaan 200 mg), vitamin B1 1ampul/24 jam/intravena. Ketiga, pemeliharaan jalan nafas dan keempat pencegahan infeksi.

Untuk pembicara ketiga adalah Ns Winda Yuniarsih, S.Kep, M.Kep, Sp.KMB dengan judul “Strategi dan Kebijakan PPNI Terkait Issue Happy Hypoxia di Masa Pandemik

seminar_d3_kep.jpg

Ns Winda Yuniarsih, S.Kep, M.Kep, Sp.KMB menjelaskan bahwa strategi yang dilakukan oleh PPNI meliputi 3 aspek yaitu Sumber daya manusia, Sarana dan prasarana, Regulasi. Sumberdaya manusia meliputi Tim gerak cepat, membentuk relawan, peningkatan kompetensi Sumber daya manusia melalui kegiatan webinar, melakukan dukungan fisik, psikologis, dan emosional. Sarana dan prasarana meliputi membuat ruang khusus untuk isolasi di ruah-rumah sakit, peningkatan Alat pelindung diri, logistic, media komunikasi informasi dan edukasi. Adapun regulasi meliputi kebijakan pelayanan keperawatan dan panduan asuhan keperawatan.

seminar_d3_kep_3.jpg

Informasi