• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kenali dan Atasi Gangguan Nyeri Leher Pada Leher di Masa Pandemi Covid -19

  • Terakhir diperbaharui : Senin, 28 Juni 2021
  • Penulis : Devi Puspita Sari, S.Komp
  • Hits : 675

FIKES UPNVJ - Pandemi Corona Virus-19 (Covid-19) menjadi perhatian global dimana pandemi ini merubah tatanan dan kebiasaan kehidupan masyarakat. Pemerintah mengeluarkan sistem pembelajaran jarak jauh (PPJ) yang di terapkan untuk seluruh sekolah dan perguruan tinggi. Hampir semua kegiatan proses belajar mengajar yang awalnya tatap muka menjadi dalam jaringan (daring) sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Contohnya, mahasiswa melakukan PJJ sehari hingga 3 (tiga) sampai dengan 6 (enam) jam yang mana kegiatan ini dilakukan di depan laptop atau handphone. Ketika mahasiswa atau pelajar belajar secara daring, dimungkinkan mereka tidak memperhatikan posisi postur yang tepat, seperti kepala terlalu maju ke depan atau terlalu menunduk. Hal ini dikhawatirkan akan memicu keluhan muskuloskeletal terutama pada bagian leher yang disebabkan karena posisi kepala atau leher yang kurang tepat dalam jangka waktu yang lama dan repetitif.

WhatsApp_Image_2021-06-28_at_13.22.59.jpeg

Berdasarkan latar belakang tersebut, Dosen Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UPN Veteran Jakarta yang diinisiasi oleh Condrowati, S.Fis., M.Sc dan Mahendra Wahyu Dewangga, S.Fis., M.Biomed, AIFO dan berkolaborasi dengan Dosen Fisioterapi STIKES Nasional yaitu Almas Awanis, S.Fis., M.PH, serta Mahasiswa Fisioterapi Program Diploma Tiga FIKES UPN Veteran Jakarta berinisiatif menyelenggarakn suatu kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan tema “Kenali dan Atasi Gangguan Nyeri Leher di Masa Pandemi Covid-19”. Tujuan diselenggaranya PKM ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk tetap menjaga postur tubuh yang tepat saat melaksanakan PJJ di masa pandemi, serta untuk mengedukasi mahasiswa tentang nyeri leher dan cara mengatasinya.

fisi.jpg

Pada hari Sabtu , 26 Juni 2021 telah dilaksanakan via online melalui Zoom meeting. Kegiatan PKM ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.30 WIB yang melibatkan lebih dari 80 orang yang terdiri dari : mahasiswa/i Fakultas Kesehatan UPN Veteran Jakarta maupun mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia, seperti Universitas Nusa Putra Sukabumi, Akademi Fisioterapi RS. Dustira, dll. Bentuk kegiatan ini diawali sambutan dari Ketua Pelaksana dan Kepala Program Studi Fisioterapi Program Diploma Tiga FIKES UPN Veteren Jakarta.

WhatsApp_Image_2021-06-28_at_13.27.45.jpeg

Selanjutnya, pemaparan materi oleh  Rebecca Uliyanti (mahasiswa) mengenai hasil kuesioner keluhan nyeri leher pada mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengeluhkan keluhan muskuloskeletal selama menjalankan perkuliahan jarak jauh dengan keluhan terbanyak pada bagian leher.

WhatsApp_Image_2021-06-28_at_13.28.09.jpeg

Pemaparan materi kedua disampaikan Oleh Ibu Condrowati, S.Fis., M.Sc s yang membahas mengenai “Related Study to Support Our Findings in Distance Learning/Online Classes and Its Impact on Neck Pain”. Menurut beliau hubungan antara posisi postur kerja dengan nyeri leher selama pandemi Covid-19 menunjukkan hasil yang signifikan yang mana posisi postur kepala menunduk saat penggunaan komputer/laptop/handphone berhubungan dengan tingkat keluhan nyeri leher.

WhatsApp_Image_2021-06-28_at_13.38.42.jpeg

Selanjutnya, pemaparan materi ketiga disampaikan oleh Ibu Almas Awanis, S.Fis., M.PH. Beliau menyampaikan bahwa waktu yang dihabiskan di rumah meningkat secara eksponensial setelah pandemi, dan itu mengubah rutinitas harian kebanyakan orang. Pandemi mengurangi peluang untuk interaksi tatap muka langsung, dan karenanya orang mulai lebih mengandalkan layanan berbasis internet. Untuk mengatasi kebosanan, mencari informasi, dan menghilangkan kecemasan terkait pandemi, masyarakat mengandalkan strategi koping yang tidak sehat seperti menghabiskan lebih banyak waktu di internet dan media sosial melalui smartphone.Terjadi banyak peningkatan penggunaan internet selama pandemi. Studi telah menemukan bahwa rata-rata pengguna smartphone menghabiskan sekitar 20 jam seminggu.  Hal ini juga menunjukkan bahwa pengguna smartphone menghabiskan rata-rata 6 jam 42 menit sehari untuk aktivitas berbasis internet. Sebagian besar pengguna smartphone adalah orang dewasa muda berusia antara 18 hingga 29 tahun.

Selanjutnya, pemaparan materi keempat yang  disampaikan oleh Bapak Mahendra Wahyu Dewangga, S.Fis., M.Biomed, AIFO. Beliau menyampaikan bahwa meskipun penyebab nyeri leher mungkin terkait dengan proses degeneratif atau patologi yang diidentifikasi selama pencitraan diagnostik, namun yang menyebabkan nyeri leher pasien paling sering adalah tidak diketahui. “Nonspesific Neck Pain”. Selain itu, beliau memberikan bentuk-bentuk latihan yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri leher.

Diakhir kegiatan, pemutaran video mengenai latihan-latihan yang dapat diaplikasikan ketika nyeri leher diberikan untuk dapat dilakukan peserta saat merasakan nyeri leher. Video tersebut juga dapat diakses youtube Fisioterapi UPN Veteran Jakarta dengan link https://youtu.be/OYWmZ3IDqVE. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk memperhatikan posisi postur tubuh ketika penggunaan komputer/laptop/handphone ketika perkuliahan jarak jauh maupun pengunaan sehari-hari. Selain itu, peserta juga dapat mengaplikasikan latihan-latihan yang telah diberikan untuk mengatasi nyeri leher, serta membiasakan untuk berolahraga minimal 150 menit/minggu dengan bentuk aktivitas fisik moderat, seperti bersepeda, berjalan kaki, bermain bulutangkis, sepakbola dll.

  WhatsApp_Image_2021-06-28_at_13.26.56.jpeg

Informasi