• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

POLA MENU ELEGAN BAGI LANSIA

  • Terakhir diperbaharui : Senin, 21 Januari 2019
  • Penulis : Devi Puspita Sari, S.Komp
  • Hits : 437

POLA MENU ELEGAN BAGI LANSIA
Oleh
Taufik Maryusman, S.Gz, M.Pd, M. Gizi

12.jpg

Kesehatan tubuh kita ditentukan oleh apa yang sejak dewasa kita makan. Tubuh kita saat ini merupakan potret autobiografi gizi masa lalu. Oleh karenanya, konsep “sehat dengan gizi” menjadi perhatian bagi masyarakat saat ini. Bagaimana menyempurnakan semua kebutuhan zat gizi pada piring makan harian kita, kini menjadi kiat yang perlu semua orang inginkan di setiap jadwal makan.

Penyusunan menu pada lansia lebih kompleks dan membutuhkan perhatian khusus. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa pada masa lansia, beberapa penyakit dapat terjadi pada lansia, dan bahkan seringkali muncul komplikasi penyakit. Diantara beberapa penyakit yang sering muncul adalah rematik, konstipasi (susah buang air besar), hipertensi dan beberapa penyakit degenerative lainnya. Rerata tubuh lansia seharinya membutuhkan 1500 kalori sampai 1900 kalori. Tergantung aktivitas hariannya. Namun, satu hal yang pasti, komposisi menu hariannya sama. Lebih dari total kebutuhan kalori berasal dari makanan pokok, sekitar 20 persen dari lemak dan 15 persen dari protein serta selebihnya vitamin dan mineral.

Berbicara soal makanan pokok berarti karbohidrat. Karbohidrat itu terdiri atas nasi, sagu, jagung atau umbi-umbian. Protein sendiri berarti telur, daging atau ikan. Dan, bicara tentang sumber lemak terdiri atas minyak goring, susu dan olahannya, daging dan mentega. Namun, bukan berarti dalam makanan pokok tidak mengandung lemak dan protein. Begitu juga bukan berarti makanan berprotein tidak mengandung karbohidrat dan lemak serta makanan berlemak tidak mengandung karbohidrat dan protein. Namun, jumlahnya dari zat gizi tersebut sedikit saja.

Karbohidrat yang berasal makanan pokok normalnya dipakai tubuh untuk memberikan tenaga, sebagian lemak juga dibakar menjadi kalori yang lebih besar. Satu gram karbohidrat (nasi, jagung, dan ubi) dan protein (telur, daging dan ikan) menghasilkan 4 kalori. Sedang satu gram lemak member tubuh 9 kalori. Artinya kalau komposisi menu harian menyimpang dari aturan dan menu orang modern cenderung lebih berat berlemaknya (produk susu, gorengan dan jeroan), model menu tersebut termasuk tidak seimbang. Oleh karenanya kalori yang tubuh terima cenderung berlebihan. Kalori tersebut akan disimpan di dalam hati dan dibawah kulit dalam bentuk lemak. Hal inilah yang menyebabkan orang modern mengalami kelebihan berat badan dan perlemakan di organ tubuh lainnya sehingga berdampak terhadap penyakit pembuluh darah dan jantung (Gangguan ginjal, kanker, stroke, resiko serangan jantung dan diabetes mellitus).

Penyusunan menu pada lansia lebih kompleks dan membutuhkan perhatian khusus. Untuk memenuhi menu yang elegan demi menghindari kebosanan maka jenis makanan berdasarkan kelompok sumber zat gizi. Menu untuk lansia harus lebih banyak mengandung cairan dan dengan porsi yang lebih sedikit. Lansia membutuhkan porsi makanan yang lebih sedikit dibanding saat dewasa, tetapi frekuensi makan mereka dapat diberikan lebih sering.Lebih dari itu, selain komposisi menu harus selalu bersesuaian dengan perhitungan gizi, kelengkapam zat gizi harus dipenuhi dan keamanannya. Hal yang sebaiknya ada dalam menu lansia yaitu sumber kalsium seperti ikan dan susu karena kepadatan tulang usia lanjut mulai berkurang sehingga berisiko mengalami pengeroposan tulang. Serat juga sumber yang harus ada dalam menu lansia agar tidak mengalami sembelit sehingga buang air besar menjadi lancar. Selain itu konsumsi air putih yang cukup perhari atau1500-1600 ml/hari atau setara 6 gelas dapat mengurangi atau mencegah demensia dan mudah lupa. Yang perlu dihindari dalam keseharian menu sehari-hari adalah gula, garam dan minyak dalam jumlah yang banyak.

Informasi